<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728</id><updated>2011-09-11T18:05:10.886+07:00</updated><category term='Bulaksumur Pos'/><category term='UGM'/><title type='text'>Farah's House</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-9154002939577057459</id><published>2009-10-25T19:28:00.000+07:00</published><updated>2009-10-25T19:28:11.951+07:00</updated><title type='text'>IMPLEMENTASI BIG-Q MENURUT AL – QUR’AN</title><content type='html'>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka” (QS 13:11)&lt;br /&gt;Ayat pertama menekankan pada perlunya manusia untuk berusaha mencapai yang terbaik. Big Q adalah suatu usaha dalam manajemen operasi untuk meraih total quality yang lebih menekankan pada proses atau usaha, bukan pada hasil, karena hasil adalah urusan Maha Pencipta, sesuai dengan ayat berikut:&lt;br /&gt;“Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Q.S. At-Taubah: 105)&lt;br /&gt;Big Q dapat tercapai jika mampu memenuhi persyaratan dari dua perspektif, yaitu perspektif konsumen dan perspektif produsen. &lt;br /&gt;Perspektif konsumen menekankan pada kualitas, yaitu ketepatan sesuai penggunaan (fitness for use) pada proses output menjadi outcome. Tepat, artinya tidak kurang dan tidak berlebih, karena Allah tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan.&lt;br /&gt;“Wahai anak-cucu Adam, pakailah busana indahmu di setiap masjid (ketika akan shalat, thawaf, atau ibadah-ibadah yang lain); makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai mereka yang berlebih-lebihan.” (QS 6: 31).”&lt;br /&gt;Perspektif kedua adalah perspektif produsen, yaitu pada value added process, yaitu proses dari input menjadi output yang memenuhi persyaratan (conformance to requirements). Manusia diberi keleluasaan oleh Allah untuk mengolah yang ada di bumi (input) menjadi sesuatu yang berguna (output).&lt;br /&gt;"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuhan-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman." (QS. 26 : 7-8)&lt;br /&gt;Proses Big Q tidak akan berhenti pada satu titik, tapi merupakan continuous process improvement (CPI) yang akan bermuara pada total quality management (TQM), proses untuk terus menerus improve dan melakukan perbaikan – perbaikan untuk mencapai kualitas yang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-9154002939577057459?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/9154002939577057459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/implementasi-big-q-menurut-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/9154002939577057459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/9154002939577057459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/implementasi-big-q-menurut-al-quran.html' title='IMPLEMENTASI BIG-Q MENURUT AL – QUR’AN'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-1860501578400274485</id><published>2009-10-11T14:22:00.002+07:00</published><updated>2009-10-11T14:22:29.241+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Pengantin Pajangan</title><content type='html'>Datang ke acara pernikahan mulanya adalah hal yang menyenangkan buatku&lt;br /&gt;Bertemu teman - teman, bertukar cerita, turut berdoa dan berbahagia untuk kedua mempelai. Tapi sekarang tidak lagi.&lt;br /&gt;Bukan karena aku mengasihaniku diri sendiri yang terus menerus bertanya 'Kapan giliranku untuk duduk di kursi itu??'&lt;br /&gt;Bukan juga karena telingaku gatal yang selalu ditanya teman yang sudah menikah 'Kapan menyusul? Sudah ada calon??'&lt;br /&gt;(hei, jadi inget kata - kata teman : sendiri itu bukan hina)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pesta pernikahan teman dan saudara yang aku datangi, aku tidak merasa adanya sebuah 'koneksi'&lt;br /&gt;Well, hanya datang, makan, salaman, foto, dan pulang... datar, so plain, membosankan sekali&lt;br /&gt;sama sekali aku tidak menangkap esensinya, yaitu kedekatan secara personal dengan pihak pengundang&lt;br /&gt;aku tidak merasa teristimewa diundang olehnya dan tidak ada emosi yang terlibat di situ, biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah&lt;br /&gt;mungkin karena si mempelai duduk terpisah dari yang terundang, jadi tidak bisa berinteraksi langsung dengan tamu-tamunya &lt;br /&gt;atau yang di undang terlalu banyak&lt;br /&gt;seperti layaknya pesta pernikahan di Indonesia, pesta milik orang tua, bukan anak, maka yang diundang semua adalah relasi ortu tanpa si anak kenal siapa ;p&lt;br /&gt;atau sibuk melayani barisan yang ingin bersalaman dan berfoto bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, apa salahnya sih mereka 'turun gunung', menyapa undangan satu per satu, menikmati sajian bersama teman lama dan tertawa mengenang hal2 konyol yang pernah dilakukan ketika masih lajang? kan lebih intimate, secara emosi dapat, antara mempelai dengan yang terundang.&lt;br /&gt;dan aku yakin akan sangat berkesan untuk kedua belah pihak.&lt;br /&gt;apakah harus selalu berdiri atau duduk di mahligai hingga acara berakhir? jadi pengantin pajangan dong.. ;D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayo ayo&lt;br /&gt;buat yang mau mengadakan acara nikah, jangan mau jadi pengantin pajangan&lt;br /&gt;selain kaki pegel dan bokong 'kemeng' karena lama duduk, tangan juga capek karena menerima salaman dari tamu - tamu &lt;br /&gt;turunlah, sapalah para undanganmu satu per satu&lt;br /&gt;bukankah terakhir kali kamu bertemu dengan mereka sudah bertahun-tahun yang lalu?&lt;br /&gt;tanyakan kabar mereka, keluarga mereka, kekasih, dan anak2nya&lt;br /&gt;bercerita, tertawa bersama, dan berinteraksilah&lt;br /&gt;karena setelah acara pernikahanmu selesai, belum tentu kamu akan bertemu mereka lagi kan?&lt;br /&gt;memanusiakan manusia, begitulah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: obrolan ngalor ngidul dengan si Mas Rienthar pada suatu siang yang panas di Imogiri)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-1860501578400274485?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/1860501578400274485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/menjadi-pengantin-pajangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/1860501578400274485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/1860501578400274485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/menjadi-pengantin-pajangan.html' title='Menjadi Pengantin Pajangan'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-3610108648742945648</id><published>2009-10-11T14:21:00.004+07:00</published><updated>2009-10-11T14:21:50.571+07:00</updated><title type='text'>Benarkah Istilah Roti Bakar?</title><content type='html'>Jika yang dimaksud adalah roti bakar bandung yang diolah dengan menggunakan sedikit minyak atau mentega dan dimasak di atas wajan lebar datar, istilah ini salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku googling, ternyata yang dimaksud dengan teknik memasak bakar (grill) adalah dimatangkan di atas bara api secara langsung, misalnya ayam bakar, jagung bakar, sate, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk teknik memasak seperti 'roti bakar' umumnya, teknik yang digunakan adalah panggang (roast/bake), karena diolah di atas wajan tanpa minyak / sedikit minyak atau di dalam oven, contoh panggang pizza, steak, pepes ikan, termasuk roti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan goreng?&lt;br /&gt;Menggoreng dengan minyak banyak hingga terendam semua disebut deep frying. Sedangkan menumis (saute) menggunakan sedikit minyak, sama juga seperti mengolah 'roti bakar'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, harusnya namanya 'roti panggang' atau 'roti tumis' Bandung ;p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-3610108648742945648?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/3610108648742945648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/benarkah-istilah-roti-bakar_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/3610108648742945648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/3610108648742945648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/benarkah-istilah-roti-bakar_11.html' title='Benarkah Istilah Roti Bakar?'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-3582969390350788995</id><published>2009-10-11T14:21:00.002+07:00</published><updated>2009-10-11T14:21:13.593+07:00</updated><title type='text'>Benarkah Istilah Roti Bakar?</title><content type='html'>Jika yang dimaksud adalah roti bakar bandung yang diolah dengan menggunakan sedikit minyak atau mentega dan dimasak di atas wajan lebar datar, istilah ini salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku googling, ternyata yang dimaksud dengan teknik memasak bakar (grill) adalah dimatangkan di atas bara api secara langsung, misalnya ayam bakar, jagung bakar, sate, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk teknik memasak seperti 'roti bakar' umumnya, teknik yang digunakan adalah panggang (roast/bake), karena diolah di atas wajan tanpa minyak / sedikit minyak atau di dalam oven, contoh panggang pizza, steak, pepes ikan, termasuk roti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan goreng?&lt;br /&gt;Menggoreng dengan minyak banyak hingga terendam semua disebut deep frying. Sedangkan menumis (saute) menggunakan sedikit minyak, sama juga seperti mengolah 'roti bakar'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, harusnya namanya 'roti panggang' atau 'roti tumis' Bandung ;p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-3582969390350788995?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/3582969390350788995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/benarkah-istilah-roti-bakar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/3582969390350788995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/3582969390350788995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/benarkah-istilah-roti-bakar.html' title='Benarkah Istilah Roti Bakar?'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-5534459015604591931</id><published>2009-10-11T14:20:00.002+07:00</published><updated>2009-10-11T14:20:37.182+07:00</updated><title type='text'>What does 'it's complicated' status mean?</title><content type='html'>many people set their status on fb as 'it's complicated'.&lt;br /&gt;what comes to mind?&lt;br /&gt;u may choose one&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. they're 'technically' involved with someone&lt;br /&gt;b. love each other, but don't know that just couldn't happen because of differences&lt;br /&gt;c. having problem with their relationship(s)...maybe more than one partner??&lt;br /&gt;d. one member wanna breakup but the other beg against it&lt;br /&gt;e. caught between being in a relationship and being single&lt;br /&gt;f. the person in a relationship with doesn't know that you are in a relationship with u?&lt;br /&gt;g. .........&lt;br /&gt;h. ........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-5534459015604591931?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/5534459015604591931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/what-does-its-complicated-status-mean.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/5534459015604591931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/5534459015604591931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/what-does-its-complicated-status-mean.html' title='What does &apos;it&apos;s complicated&apos; status mean?'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-358546182824167802</id><published>2009-10-11T14:19:00.003+07:00</published><updated>2009-10-11T14:19:37.416+07:00</updated><title type='text'>Tanda - tanda Jodoh?</title><content type='html'>Kira - kira apa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau begini&lt;br /&gt;Dalam hati kecil, saya condong ke arah satu orang dan ada firasat kuat yang menyatakan bahwa dia adalah jodoh saya&lt;br /&gt;Apakah ini bisa menjadi pertanda bahwa jodoh saya sudah dekat?&lt;br /&gt;Haruskah saya ikuti kata hati saya itu?&lt;br /&gt;Atau...jangan2 hati kecil saya yang salah... (dan apakah hati kecil pernah salah?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya bahwa jodoh adalah sama halnya dengan diri kita, dengan kata lain cerminan diri kita. Jika kita mencari jodoh berdasar tampang, maka jodoh yang datang hanya menilai kita dari tampang juga. Jika kita memilih atas pertimbangan rasa, akan bertemu dengan orang yang sama pula. Begitu juga jika berdasarkan logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa di sini, menurut saya, lebih ke arah adanya rasa sreg karena 1st impression dan chemistry yang mengikuti. Ada kalanya ketika seseorang bertemu dengan orang lain, seperti bertemu kawan lama. Ngobrol berjam-jam pun tak terasa, orangnya rupawan, berbicara santun, dan lainnya. Namun terkadang kita tertipu dengan penampilan. Nah, jika hendak menikah hanya dengan argumen ini, berhati-hatilah, terkadang penampilan itu palsu alias halo effect.&lt;br /&gt;Sementara argumen logika adalah data - data lengkap tentang si calon istri atau suami. umur, pekerjaan, gaji, rumah, mobil, dan hal-hal duniawi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pasangan suami isteri yang dari segi infrastruktur logis mestinya bahagia, tetapi pasangan itu justru melewati hari-harinya dengan suasana kering dan membosankan, karena hubunganya lebih bersifat formal dibanding rasa. Perasaan sreg dan cocok akan dapat mendistorsi berbagai kekurangan, sehingga meski mereka hidup dalam kesahajaan, tetapi mereka kaya dengan perasaan, sehingga mereka dapat merasa ramai dalam keberduaan, merasa meriah dalam kesunyian malam, merasa ringan&lt;br /&gt;dalam memikul beban, merasa sebentar dalam mengarungi perjalananpanjang. Mereka sudah melewati usia 40 tahun perkawinan, tetapi serasa masih pengantin baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, mana yang lebih dipentingkan?&lt;br /&gt;Bingung...zzzz....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-358546182824167802?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/358546182824167802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/tanda-tanda-jodoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/358546182824167802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/358546182824167802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/tanda-tanda-jodoh.html' title='Tanda - tanda Jodoh?'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-6938887544443257955</id><published>2009-10-11T14:19:00.000+07:00</published><updated>2009-10-11T14:19:03.936+07:00</updated><title type='text'>Mengikhlaskan Orang Yang Kita Sayang</title><content type='html'>Pertama, aku kasih definisi dulu.&lt;br /&gt;Orang yang kita sayang dalam tulisanku ada beberapa kemungkinan:&lt;br /&gt;1. Pacar yang dijodohkan ortu dan ga bisa nolak&lt;br /&gt;2. Gebetan yang milih orang lain dijadiin pacar / suami&lt;br /&gt;3. Mantan yang masih kita sayang ternyata jadian lagi (atau malah udah nikah...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well&lt;br /&gt;It must be totally hurt&lt;br /&gt;When the guy we love get along with the other&lt;br /&gt;It's really hard to face it, but life must go on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah kejadian seperti itu, dunia serasa kiamat.&lt;br /&gt;Rasa ga terima dan kecewa, itu pasti.&lt;br /&gt;Seperti perut yang terbelah pisau dan dalam, lalu ditetesi cuka (ouch!)&lt;br /&gt;Muncul perasaan yang mengatakan "God, it's not fair.."&lt;br /&gt;"Kalo sayang, kenapa putus? Kenapa ga diperjuangin? Kenapa pas jadian ga dijaga baik-baik?"&lt;br /&gt;Alhasil kemudian timbul rasa frustasi, dan macam-macam reaksi orang yang terjadi&lt;br /&gt;Paling sering adalah masuk kamar, nangis seharian meraung-raung, guling - guling, ngabisin tisu berlembar - lembar, mengutuk, dan sumpah serapah berhamburan&lt;br /&gt;Mengasihani diri sendiri, but it's normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusaha melupakan? Jadinya malah teringat - ingat terus.&lt;br /&gt;Cinta tak harus memiliki... who said that? Itu hanyalah kata - kata penghibur. Cinta bertepuk sebelah tangan emang enak? Percuma dong kalo pernah cinta tapi ujung2nya ga milikin dia, yang ada malah jadi sakit hati yang teramat dalam.&lt;br /&gt;Kalau jodoh tak akan ke mana.. hmm, apakah jodoh harus ditunggu layaknya duduk manis di depan rumah dan tiba-tiba prince charming itu mengetuk pintu dan jreeenggg... would he say "will u marry me"?&lt;br /&gt;Tanpa usaha dan perjuangan, sorry to say, it's all nonsense.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, gimana caranya biar ikhlas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let it flows, n pray a lot&lt;br /&gt;Awalnya memang sakit, sakit banget T.T&lt;br /&gt;Tapi hidup itu pendek, terlalu sayang waktu dihabiskan untuk memikirkan orang yang belum tentu memikirkan kita, toh orang itu udah ga ada hubungannya lagi&lt;br /&gt;Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, dan kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu.&lt;br /&gt;Apakah semata2 kebahagiaan hidup ditentukan hanya karena sebuah relation yg gagal? Apakah kebahagiaan dari hidup yang begini indah, harus terhenti karna SATU hal? Apakah hidup kita bergantung pada SATU orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan, tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good luck buat yang sedang patah hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-6938887544443257955?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/6938887544443257955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/mengikhlaskan-orang-yang-kita-sayang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/6938887544443257955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/6938887544443257955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/mengikhlaskan-orang-yang-kita-sayang.html' title='Mengikhlaskan Orang Yang Kita Sayang'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-6860980102271151577</id><published>2009-10-11T14:17:00.001+07:00</published><updated>2009-10-11T14:17:39.383+07:00</updated><title type='text'>Asap Bakar Sampah Yang Menyebalkan</title><content type='html'>Asap bakar sampah memang sangat mengganggu &lt;br /&gt;Bikin jemuran baju bau asap&lt;br /&gt;Bikin sesak nafas, batuk - batuk, dan mata berair&lt;br /&gt;Baunya sangat menyengat dan bikin pusing&lt;br /&gt;Dan kalau baunya udah nempel bakalan susah hilang &lt;br /&gt;Apalagi bau - bauan dari bahan karet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sekarang sudah masuk musim kemarau&lt;br /&gt;Panas, kering, dan debu di mana-mana&lt;br /&gt;Dan ini terjadi di depan kompleks rumah saya&lt;br /&gt;Kebayang kan, gimana hawa lagi panas - panasnya ditambah panas dari pembakaran sampah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan ini asalnya dari zaman dulu, ketika orang di desa terbiasa membakar lahan &lt;br /&gt;Mereka membakar semak - semak untuk kemudian dijadikan sawah atau ladang&lt;br /&gt;Nah, kebiasaan itu berkembang sampai sekarang, ketika pedesaan berangsur-angsur menjadi perkotaan&lt;br /&gt;Masalah semakin kompleks, ketika manusia berkembang semakin banyak, lahan semakin sempit karena dijadikan pemukiman, dan tempat pembuangan sampah semakin menyusut&lt;br /&gt;Kebutuhan manusia semakin banyak, sampah yang dihasilkan pun semakin menggunung&lt;br /&gt;Apa boleh buat, bakar membakar seakan - akan menjadi satu - satunya cara untuk mencegah penumpukan sampah, padahal asap yang dihasilkan oleh pembakaran sangat tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa langsung menunjuk hidung pemerintah untuk menyalahkan (sepertinya juga jadi kebiasaan orang Indonesia untuk selalu menyalahkan pemerintah), dan kita juga tidak bisa bergantung sepenuhnya. Sampah bagaimanapun adalah masalah bersama, karena kita yang menghasilkan, maka kita juga yang harus bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Kalaupun karena keterbatasan tempat pembuangan akhir, mengapa tidak kita galakkan daur ulang sampah? Sampah - sampah organik bisa dijadikan pupuk atau makanan ternak. Sampah - sampah yang tidak bisa didaur ulang seperti plastik dan ban, sepertinya memang harus dibakar, namun lokasi pembakarannya haruslah di luar lingkungan komunal, karena biar bagaimanapun juga, menghirup udara bersih, segar, dan sehat adalah hak setiap orang kan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-6860980102271151577?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/6860980102271151577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/asap-bakar-sampah-yang-menyebalkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/6860980102271151577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/6860980102271151577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/asap-bakar-sampah-yang-menyebalkan.html' title='Asap Bakar Sampah Yang Menyebalkan'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-7062040173925590027</id><published>2009-10-11T14:16:00.002+07:00</published><updated>2009-10-11T14:16:22.788+07:00</updated><title type='text'>Sekolah Lebih Banyak Menghafal?</title><content type='html'>Baru saja saya membongkar koleksi buku yang seabrek - abrek di lemari. Sudah lama saya biarkan teronggok dan tak terawat. Kalau buku - buku itu punya mulut tentunya mereka akan teriak - teriak protes karena dibiarkan tertumpuk begitu saja...errr...sebenarnya bukan tidak terbaca, hanya ketika selesai dibaca, saya taruh sembarangan.. hehe...&lt;br /&gt;Well..saya bukan hendak membahas koleksi buku - buku itu. Ada satu buku favorit zaman SMA dulu yang saya temukan, isinya kumpulan karya tulis sastrawan nusantara, salah satunya Taufiq Ismail. Saya kutipkan sebuah puisi dari beliau, yang menurut saya sangat bagus dijadikan cerminan dan renungan untuk dunia pendidikan kita sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAJARAN TATABAHASA DAN MENGARANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Murid -murid, pada hari Senin ini&lt;br /&gt;Marilah kita belajar tatabahasa&lt;br /&gt;Dan juga sekaligus berlatih mengarang&lt;br /&gt;Bukalah buku pelajaran kalian&lt;br /&gt;Halaman enam puluh sembilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini ada kalimat menarik hati, berbunyi&lt;br /&gt;'Mengeritik itu boleh asal membangun'&lt;br /&gt;Nah anak-anak, renungkanlah makna ungkapan itu&lt;br /&gt;Kemudian buat kalimat baru dengan kata-katamu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kelas itu sepuluh menit dimasuki sunyi&lt;br /&gt;Murid-murid itu termenung sendiri-sendiri&lt;br /&gt;Ada yang memutar-mutar pensil dan bolpoin&lt;br /&gt;Ada yang meletakkan ibu jari di dahi&lt;br /&gt;Ada yang salah tingkah, duduk gelisah&lt;br /&gt;Memikirkan sejumlah kata yang bisa serasi&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan Pak Guru ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo siapa yang sudah siap?"&lt;br /&gt;Maka tak ada seorang mengacungkan tangan&lt;br /&gt;Kalau tidak menunduk sembunyi dari incaran guru&lt;br /&gt;Murid-murid itu saling berpandangan saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ada seorang disuruh maju ke depan&lt;br /&gt;Dan dia pun memberi jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengeritik itu boleh, asal membangun&lt;br /&gt;Membangun itu boleh, asal mengeritik&lt;br /&gt;Mengeritik itu tidak boleh, asal tidak membangun&lt;br /&gt;Membangun itu tidak asal, mengeritik itu boleh tidak&lt;br /&gt;Membangun mengeritik itu boleh asal&lt;br /&gt;Mengeritik membangun itu asal boleh&lt;br /&gt;Mengeritik itu membangun&lt;br /&gt;Membangun itu mengeritik&lt;br /&gt;Asal boleh mengeritik, boleh itu asal&lt;br /&gt;Asal boleh membangun, asal itu boleh&lt;br /&gt;Asal boleh mengeritik boleh asal&lt;br /&gt;Itu boleh asal membangun asal boleh&lt;br /&gt;Boleh itu asal&lt;br /&gt;Asal itu boleh&lt;br /&gt;Asal asal&lt;br /&gt;Itu itu&lt;br /&gt;Itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah anak-anak, itulah karya temanmu&lt;br /&gt;Sudah kalian dengar 'kan&lt;br /&gt;Apa komentar kamu tentang karyanya tadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas itu tiga menit dimasuki sunyi&lt;br /&gt;Tak seorang pun mengangkat tangan&lt;br /&gt;Kalau tidak menunduk di muka guru&lt;br /&gt;Murid-murid itu cuma berpandang-pandangan&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba mereka bersama menyanyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengeritik itu membangun boleh asal&lt;br /&gt;Membangun itu mengeritik asal boleh&lt;br /&gt;Bangun bangun membangun kritik mengeritik&lt;br /&gt;Mengeritik membangun asal mengeritik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dang ding dung ding dang ding dung&lt;br /&gt;Ding dang ding dung ding dang ding dung&lt;br /&gt;Leh boleh boleh boleh boleh&lt;br /&gt;Boleh boleh asal boleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak-anak, bapak bilang tadi&lt;br /&gt;Mengarang itu harus dengan kata-kata sendiri&lt;br /&gt;Tapi tadi tidak ada kosa kata lain sama sekali&lt;br /&gt;Kalian cuma mengulang bolak-balik yang itu-itu juga&lt;br /&gt;Itu kelemahan kalian yang pertama&lt;br /&gt;Dan kelemahan kalian yang kedua&lt;br /&gt;Kalian anemi referensi dan melarat bahan perbandingan&lt;br /&gt;Itu karena malas baca buku apalagi karya sastra."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Pak Guru, jangan kami disalahkan apalagi dicerca&lt;br /&gt;Bila kami tak mampu mengembangkan kosa kata&lt;br /&gt;Selama ini kami 'kan diajar menghafal dan menghafal saja&lt;br /&gt;Mana ada dididik mengembangkan logika&lt;br /&gt;Mana ada diajar berargumentasi dengan pendapat berbeda&lt;br /&gt;Dan mengenai masalah membaca buku dan karya sastra&lt;br /&gt;Pak Guru sudah tahu lama sekali&lt;br /&gt;Mata kami rabun novel, rabun cerpen, rabun drama, dan rabun puisi&lt;br /&gt;Tapi mata kami 'kan nyalang bila menonton televisi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1997&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-7062040173925590027?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/7062040173925590027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/sekolah-lebih-banyak-menghafal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/7062040173925590027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/7062040173925590027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/sekolah-lebih-banyak-menghafal.html' title='Sekolah Lebih Banyak Menghafal?'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-7790143298346406452</id><published>2009-10-11T14:15:00.001+07:00</published><updated>2009-10-11T14:15:03.396+07:00</updated><title type='text'>Pengalaman Buruk Mengakses Facebook</title><content type='html'>oke&lt;br /&gt;ini sangat sangat subjektif&lt;br /&gt;pengalaman buruk saya ketika sedang mengakses fb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. oleh beberapa orang fb dijadikan ajang untuk eksis di dunia maya&lt;br /&gt;makin banyak friends, makin eksis (perkecualian kalo memang benar - benar kenal)&lt;br /&gt;makin banyak yang nge-wall, makin rame page fb nya, makin eksis pula&lt;br /&gt;padahal belum tentu kenal dengan semua friendlistnya&lt;br /&gt;kalau saya pribadi, akan meng approve friend request yang mutual friends nya banyak&lt;br /&gt;dan totally remove friend request yang sama sekali ga ada mutual friends&lt;br /&gt;jahat sih, tapi buat keamanan, karena kita ga kenal orang itu siapa... jangan2 orang yang mau mencuri password atau phising... &lt;br /&gt;pernah ada cowok yang add saya dan ketika lihat friendlist nya... cewek semua... hahaha..koleksi cewek sepertinya, langsung saya ignore.. sorry..&lt;br /&gt;sekali waktu, ada 1 orang yang saya coba approve, orang itu langsung nge wall... &lt;br /&gt;"thanks for app.. siapa di sana??"&lt;br /&gt;"naqq mannaaa.."  (alay detected)&lt;br /&gt;gubraks! koq malah balik tanya.. ga sopan banget.. ga bisa baca profile ya?? &lt;br /&gt;Langsung remove..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. status yang isinya keluhan&lt;br /&gt;ahh.. paling ga suka lihat status orang yang isinya keluhan dan marah2 ga jelas..&lt;br /&gt;'capek...'&lt;br /&gt;'pusing nih...'&lt;br /&gt;'bingung mo ngapain..'&lt;br /&gt;'BT abisss...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c'mon guys&lt;br /&gt;let's share joy n happiness ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. share ur mobile number n address&lt;br /&gt;sebenarnya ga terlalu masalah, tapi apakah orang - orang itu berpikir tentang keamanan mereka?&lt;br /&gt;well.. saya pernah baca kasus user fb wanita yang diteror tiap malam dan disangka wanita panggilan..karena share nomor hp nya di fb.. salah siapa??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;just 4 share&lt;br /&gt;jangan ada yang tersinggung ya..&lt;br /&gt;;p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-7790143298346406452?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/7790143298346406452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/pengalaman-buruk-mengakses-facebook.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/7790143298346406452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/7790143298346406452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/pengalaman-buruk-mengakses-facebook.html' title='Pengalaman Buruk Mengakses Facebook'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-8966847597345608001</id><published>2009-10-11T14:14:00.000+07:00</published><updated>2009-10-11T14:14:04.553+07:00</updated><title type='text'>Untuk Aku Yang Akan Melejit</title><content type='html'>Pada setiap akhir akan selalu muncul suatu awal baru.&lt;br /&gt;Sekarang, akhirnya aku berada di saat untuk membuat baru diriku&lt;br /&gt;Aku bisa menentukan siapa diriku yang aku inginkan dan mengambil langkah untuk menjadi orang yang aku inginkan&lt;br /&gt;Dan aku bisa mulai kapanpun aku mau&lt;br /&gt;Aku sudah pernah meratap, dikuasai, bertanya - tanya, dan menangis&lt;br /&gt;Sekarang saatnya untuk membuang semua itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah sang hadiah terbesar, sang bulan, dan sang bintang&lt;br /&gt;Bukan dia atau orang lain&lt;br /&gt;Aku bisa mencintai keluarga dan teman - temanku&lt;br /&gt;Meski begitu, aku tetap harus belajar bagaimana mencintai diriku sendiri&lt;br /&gt;Menjadi nomor satu artinya aku bisa menjaga diriku sendiri ketika tidak ada orang lain yang bisa&lt;br /&gt;Karena ada saat - saat dalam hidup kita ketika yang kita miliki hanyalah diri kita sendiri&lt;br /&gt;Dan mengetahui bahwa kita bisa melalui saat - saat tersebut tidak hanya merupakan kualitas diri yang meyakinkan tapi juga kualitas yang menarik&lt;br /&gt;Orang senang saling membantu satu sama lain, tapi tidak ada satu pun orang yang punya waktu untuk terus menggendong aku ke mana-mana.&lt;br /&gt;Hidupku ditentukan oleh bagaimana aku menjalaninya, dan bukan dengan siapa aku menjalaninya, dan yang jelas bukan dengan apa yang sudah aku berikan untuk bisa bersama dengan orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling penting, mencintai diriku sendiri artinya adalah bahwa aku merasa utuh ketika aku sedang berjuang sendirian.&lt;br /&gt;Hal itu bukan saja merupakan sesuatu yang memuaskan secara emosional, tapi juga merupakan kualitas yang sangat menarik ketika sudah menyangkut hubungan percintaan.&lt;br /&gt;Orang tidak perlu merasa bertanggung jawab terhadap diriku, karena aku bisa bertanggung jawab terhadap diriku sendiri&lt;br /&gt;Tidak ada faktor yang membuat orang lain tertekan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi itu yang diinginkan laki - laki, seseorang yang mencintai dirinya sendri?"&lt;br /&gt;Who cares??&lt;br /&gt;It's time for me to think what I want&lt;br /&gt;Loving myself n feeling complete aren't about how to get a guy, itu adalah bonus tambahan yang akan muncul kemudian&lt;br /&gt;Kedewasaan emosi dan kehidupan yang baik harus dimulai dari diri sendiri, bukan dari orang lain, dan harusnya itu dilakukan untuk diri sendiri, bukan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah hal - hal hebat yang aku ketahui tentang diriku sendiri&lt;br /&gt;Aku tabah, teguh, dan tak tenggelam dalam menghadapi kesengsaraan emosional&lt;br /&gt;Investasi terbaik yang bisa aku lakukan adalah di dalam diriku sendiri&lt;br /&gt;I always feel happy about myself, everyday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for my dignity, honor, n grace.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-8966847597345608001?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/8966847597345608001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/untuk-aku-yang-akan-melejit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/8966847597345608001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/8966847597345608001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/untuk-aku-yang-akan-melejit.html' title='Untuk Aku Yang Akan Melejit'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-7716592501175656219</id><published>2009-10-11T14:10:00.002+07:00</published><updated>2009-10-11T14:10:26.835+07:00</updated><title type='text'>Sampai Jumpa Lagi, Sahabat</title><content type='html'>Minggu, 27 September 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.00 WIB&lt;br /&gt;Ketika itu, aku sedang berada di stasiun Tugu menanti kereta tujuan Solo Balapan. Suasana sangat padat karena puncak arus mudik.&lt;br /&gt;Setelah menunggu sekian lama, kereta yang ditunggu datang juga. Namun betapa kagetnya aku melihat orang - orang yang di dalam kereta amat sangat padat, begitu juga calon penumpang selain aku, belum pernah aku melihat begitu padatanya orang - orang melebihi ikan sardin dikalengkan..&lt;br /&gt;Wuih..langsung aku mengurungkan niat untuk pergi ke Solo saat itu juga. Aku berbalik arah kembali ke parkiran motor.&lt;br /&gt;Tiba - tiba hp ku bergetar, ada sms masuk, oh dari sahabatku rupanya.&lt;br /&gt;"Far, kamu udah di Jogja belum"&lt;br /&gt;"Udah, kenapa an?"&lt;br /&gt;"Ntar siang jalan yuk, mau ga?"&lt;br /&gt;"Boleh, jam?"&lt;br /&gt;"Jam 2"&lt;br /&gt;"ok, c u"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, tapi rasanya semua begitu pas. Waktu itu suasana hatiku sedang ga enak, dan sahabatku itu mengajakku jalan..hmm..biasanya kalau sudah bertemu dia, aku ga akan berhenti ngomong, dan ada aja bahan pembicaraan yang muncul.&lt;br /&gt;Ok... count down to 2 pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.00 - 20.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diajak sahabatku ke semacam wahana di Monjali. Biasa ada event setiap liburan, dan libur lebaran kali ini ada lagi ternyata.&lt;br /&gt;Bersama sahabatku itu, aku bercerita banyak.&lt;br /&gt;Sambil menyusuri museum, keluar, dan duduk lagi di tenda sambil minum teh botol..obrolan kami mengalir..&lt;br /&gt;yah, kami sudah lama tidak jalan dan ngobrol bareng..&lt;br /&gt;obrolan kami seputar kesibukan, aktivitas, dan... masalah percintaanku yang (selalu) berakhir tragis..hihi..&lt;br /&gt;entah kenapa sahabatku ini selalu bisa menanggapi dengan kepala dingin dan alasan2 yang logis.. dan ini yang membuat aku nyaman cerita dengannya...&lt;br /&gt;semua keluh kesah aku tumpahkan ke dia..well, dia seperti tong sampahku saja..hihi..maaf ya sahabat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah..mungkin karena dia kasihan liat aku yang desperado, dia mencoba mengalihkanku dengan obrolan lain..&lt;br /&gt;"ngomongin masa depan aja yuk? kamu ntar mau kerja di mana?"&lt;br /&gt;"luar negeri, klo kamu?"&lt;br /&gt;"aku dimana aja deh, asal sukses..hehe..."&lt;br /&gt;"amin amin..."&lt;br /&gt;"trus, ntar pengen nikah ma siapa?"&lt;br /&gt;"penerbang an..pilot gitu..hihi..ya, aku suka banget ma pesawat, gagah, besar, kalo terbang di langit gagah banget..apalagi yang nyupirin pesawat..lebih gagah lagi pastinya..pilot tempur juga gpp deh..hihi.."&lt;br /&gt;"klo aku pengen sama artis, kan cantik2 tuh..hihi.."&lt;br /&gt;"yee emang smua emang pengen istri cantik kali...an, lo percaya ga klo yg kita obrolin ini bakal jadi kenyataan di masa depan?"&lt;br /&gt;"percayalah..itu kan semacam sugesti buat kita untuk sukses..tertanam dalam alam bawah sadar..ngomong2, aku juga mau pamitan nih..."&lt;br /&gt;"Hah..mo kmana??" (serius, di bagian ini aku kaget banget)&lt;br /&gt;"Aku udah diterima kerja di pabrik gula di Lampung, ya Alhamdulillah sebelum wisuda udah diterima.. besok aku berangkatnya..."&lt;br /&gt;"Wah, hebat!! Selamat ya, blom wisuda aja udah diterima kerja...aku iri..hihi. trus trus??"&lt;br /&gt;"ya udah, aku berangkat naik pesawat dan syukurnya biayanya ditanggung sana..wah, aku bersyukur banget Far.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tiba2 aku merasa bersalah karena merusak hari bahagianya dengan cerita2ku yang ga penting...&lt;br /&gt;aku biarkan dia nyerocos tentang kerjaannya tapi aku ga mendengarkan..&lt;br /&gt;haha..maaf ya bro, waktu itu kebawa lamunan..&lt;br /&gt;kami pun terdiam beberapa saat, melihat pelataran yang semakin ramai orang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat ya..aku ikut bahagia, kalau kamu bahagia..aku senang lihat sahabatku akhirnya bisa meniti sukses.. doain aku juga ya?"&lt;br /&gt;"iya Far..semangat dong..hidupmu terlalu indah dan sayang kalo untuk meratapi hal-hal kayak gini.. Far, kamu cantik, kamu cerdas, pintar.. kamu pasti bisa dapetin yang lebih baik lagi..."&lt;br /&gt;"iya..."&lt;br /&gt;"janji sama aku, kamu jangan jadi cewek lemah, jadi cewek kuat!"&lt;br /&gt;hmmm...what a friendship..that's what friends are for...&lt;br /&gt;dalam hati aku jawab, "iya , aku janji akan jadi perempuan kuat"&lt;br /&gt;yeah, seperti dalam adegan film.. but it's real dan aku bener2 merasa terharu di situ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya kami memutuskan naik wahana satu per satu&lt;br /&gt;pertama naik sepeda tandem...keliling monumen 3x&lt;br /&gt;wuih, lumayan capek...mungkin karena lama ga olahraga&lt;br /&gt;anyway, sulit juga mengendalikan pedalnya..karena harus ikut yang duduk di depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua kami naik euro bungee&lt;br /&gt;well, trampolin yang bisa melontarkan orang tingggiiii... banget..&lt;br /&gt;bikin sport jantung lah&lt;br /&gt;pertama sahabatku yang naik..dan dia naik seperti orang gila&lt;br /&gt;teriak2.. pake acara salto pula...&lt;br /&gt;wuih..orang2 langsung nyorakin abis...haha..&lt;br /&gt;aku yang di dekat dia cuma bisa geleng2 kepala..bisa2nya sahabatku bertingkah kayak orang sarap...&lt;br /&gt;giliran aku naik...cuma bisa jejeritan ga jelas...haha...&lt;br /&gt;turun dari trampolin bumi terasa goyang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah break sholat, lanjut wahana perahu karet&lt;br /&gt;well, sahabatku ini (ngakunya) rafter yang sudah menaklukan berbagai kali di Jogja&lt;br /&gt;yah, jadi dia mendayung perahu karet, aku ongkang2 kaki aja sambil foto2..&lt;br /&gt;dan aku diajari cara mendayung yang benar dan baik..&lt;br /&gt;wow, susah juga ya..perlu kendali dan tangan yang kuat..&lt;br /&gt;karena belum terbiasa, alhasil perahu yang aku dayung cuma muter2 di tempat..hihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lanjut wahana flying fox&lt;br /&gt;dah biasa sih, jadi ga terlalu nakutin..&lt;br /&gt;hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langsung lanjut wahana balon udara&lt;br /&gt;wuah, ini yang paling deg2an&lt;br /&gt;begitu naik dan balon mulai terbang...dan angin lumayan kencang&lt;br /&gt;kaki berasa ga ada pijakan...dan badan goyang ke sana kemari ketiup angin..&lt;br /&gt;langsung pusiiinnggg....&lt;br /&gt;untung di box balonnya ada kursi, jadi bisa duduk&lt;br /&gt;oh ya, ada yang menarik&lt;br /&gt;di atas balon itu aku lampiaskan semua kekesalanku pada orang yang akhir2 ini membuatku feeling so bad&lt;br /&gt;aku teriak sekuat2nya..&lt;br /&gt;"Y**I brengsekkkkkk!!! looossseeeeerrrrr!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haha..&lt;br /&gt;puas banget teriak kayak gitu&lt;br /&gt;yah, memang itu suatu terapi untuk meringankan perasaan...&lt;br /&gt;turun dari balon...aku hampir muntah..&lt;br /&gt;dunia berputar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah,&lt;br /&gt;akhirnya waktu juga memisahkan&lt;br /&gt;sudah menunjukkan pukul 8 malam&lt;br /&gt;kamipun memutuskan pulang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di akhir pertemuan hari itu&lt;br /&gt;aku merasa sedih karena akan kehilangan sahabatku&lt;br /&gt;tapi dia menghiburku..&lt;br /&gt;"udah, jangan sedih gitu.. pasti banyak teman2 lain yang ada di sini...pokoknya janji, kamu jangan jadi cewek lemah ya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesampai di rumah&lt;br /&gt;aku langsung tertidur karena rasa lelah dan capek&lt;br /&gt;tapi sebelumnya aku bersyukur dan berdoa&lt;br /&gt;bersyukur karena aku diberikan Tuhan sahabat yang baik dan mau mengerti &lt;br /&gt;berdoa semoga sahabatku itu selalu ada dalam lindunganNya..&lt;br /&gt;dan semoga persahabatan kami tetap terjaga&lt;br /&gt;amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dan diam-diam aku berjanji untuk memenuhi keinginannya supaya aku menjadi cewek kuat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedicated to:&lt;br /&gt;Anwar Susanto&lt;br /&gt;(anggap aja ni persembahan balesan gw ya an, haha...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-7716592501175656219?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/7716592501175656219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/sampai-jumpa-lagi-sahabat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/7716592501175656219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/7716592501175656219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/sampai-jumpa-lagi-sahabat.html' title='Sampai Jumpa Lagi, Sahabat'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-5093814575786360663</id><published>2009-10-11T14:09:00.004+07:00</published><updated>2009-10-11T14:09:53.664+07:00</updated><title type='text'>Berbicara Pernikahan dengan Kepala Dishub Pusat</title><content type='html'>Selepas kuliah tadi pagi, aku bergegas menuju stasiun Tugu untuk pergi ke Solo. Yeah. Aku berhutang kunjungan lebaran ke tempat simbah karena hari Minggu lalu aku batal ke sana.&lt;br /&gt;Masih setengah jam menjelang kereta datang, aku sendirian duduk di kursi pelataran utara stasiun. Bosan membaca dengan Reader’s Digest yang aku beli, aku memainkan pocket camera yang aku bawa, melihat – lihat foto di dalamnya.&lt;br /&gt;Tiba – tiba seorang paruh baya berseragam menghampiriku. Awalnya aku pikir bapak ini hanya melintas saja, tau – tau duduk di sampingku, tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hendak ke mana, mbak?”&lt;br /&gt;”Ke Solo, Pak”&lt;br /&gt;”Oh, ke tempat siapa?”&lt;br /&gt;”Saudara...”&lt;br /&gt;”Asli sana ya mbak?”&lt;br /&gt;“Bukan, Pak..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan dilanjut dengan perkenalan singkat.&lt;br /&gt;”Bapak kepala DaOps 6 ya?”, aku bertanya karena melihat emblem ’kepala’ di seragamnya.&lt;br /&gt;”Bukan mbak, saya dari Dishub Pusat, saya yang ngurusin semua DaOps se Indonesia, Jawa Sumatra, DaOps itu saya yang koordinasikan”&lt;br /&gt;”Oh...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ya ya...bapak ini pejabat rupanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sedang kuliah mbak?”&lt;br /&gt;“Iya Pak, master”&lt;br /&gt;”Wah, bagus itu...kalau begitu mbak tinggal menikah...sudah ada calon?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gotcha! Pertanyaan yang selalu berusaha aku hindari (untuk saat ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Belum pak..” jawabku sambil mesem – mesem.&lt;br /&gt;”Loh kenapa, jangan lama2, ntar keasyikan belajar, jadi lupa nikah...”&lt;br /&gt;”Hehe...”, dalam hati aku bingung mau jawab apa.&lt;br /&gt;“Nanti jadi terlalu pintar, ga ada yang mau...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah? Koq bisa, Pak?&lt;br /&gt;Salah ya kalau perempuan berpendidikan tinggi?&lt;br /&gt;Kalau berpendidikan tinggi, sulit jodoh?&lt;br /&gt;Hhaa...&lt;br /&gt;Buatku tidak masalah, karena sekolah bagian dari self – improvement.&lt;br /&gt;Dan...aku senang sekolah...hihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah..kalo mbak nya mau cari suami, cari yang sepadan...biar imbang...”&lt;br /&gt;Lah, jadi ngomongin jodoh nih.&lt;br /&gt;“Maksudnya, Pak?” (pura – pura ga ngerti)&lt;br /&gt;”Yah...laki – laki itu ego nya besar, jadi kalau istri pendidikan dan pendapatannya tinggi, suami agak merasa tersisihkan, ujung – ujungnya ribut..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm...&lt;br /&gt;I don’t think so, Sir&lt;br /&gt;Semua kan’ kembali ke komitmen masing – masing, dan suami istri paham hak dan kewajiban masing – masing,&lt;br /&gt;Di masa sulit seperti ini, double income is a (rather) must.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak teman – teman saya yang bercerai dan cekcok karena masalah seperti ini. Suaminya satpam, istrinya manajer. Suaminya pakai motor , istrinya pakai mobil…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cuma manggut – manggut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dik, yang penting dalam pernikahan itu adalah saling mengerti, mengisi satu sama lain. Niscaya pernikahan itu akan langgeng. Jika ada masalah, jangan dipendam, segera dibicarakan…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, dapat kuliah gratisan tentang pernikahan pagi – pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan komunikasi itu penting, Dik”&lt;br /&gt;”Maksudnya, Pak?”&lt;br /&gt;”Saya ini sering bepergian ke luar kota, inspeksi DaOps – DaOps.. Jujur saja, ketika saya menginap di hotel, saya dan teman – teman sering ditawari perempuan...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glek..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya saya terus terang menolak, dan saya segera kontak istri saya, saya ada di mana, sedang apa, dengan siapa...”&lt;br /&gt;”Dik, orang selingkuh itu, seperti hewan, tidak punya perasaan...Seks itu sakral, tapi sekarang nampaknya tidak lagi...saya selalu memikirkan istri saya..bagi saya, dia perempuan paling cantik...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haha.. jadi curhat ni Pak ceritanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya sudah 20 tahun lebih menikah. Dan cinta saya dengan istri tidak berubah, dari awal, hingga sekarang.”&lt;br /&gt;”Wuah, beruntung sekali Bapak, dapat istri yang cantik dan setia...”&lt;br /&gt;”Ya, alhamdulillah.. dia juga beruntung mendapatkan saya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun diam, larut dengan lamunan masing – masing.&lt;br /&gt;Suara petugas di peron memberitahukan bahwa kereta yang akan saya naiki datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku hendak mengakhiri pembicaraan, tapi bapak pejabat itu menyelaku.&lt;br /&gt;”Dik, anda muslim, tahu surah Demi Waktu?”&lt;br /&gt;”Tau pak..kenapa?”&lt;br /&gt;”Bahwa sesungguhnya manusia itu merugi, sangat merugi... kecuali orang – orang yang beriman dan shaleh...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam, bingung membalas omongannya.&lt;br /&gt;Aku hanya tersenyum.&lt;br /&gt;Peluit kereta semakin mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baik, Pak, terima kasih obrolannya pagi ini... sangat menyenangkan, tapi maaf kereta sudah datang, saya harus pergi sekarang...”&lt;br /&gt;”Oh, silakan Dik..,” ujarnya sambil bangkit dari duduk, dan menyalamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun berpisah, dan aku segera menaiki kereta.&lt;br /&gt;Di sepanjang jalan aku banyak memikirkan bapak  itu.&lt;br /&gt;Benarkah wanita tidak boleh berpendidikan tinggi?&lt;br /&gt;Apakah wanita harus ada di dapur, kasur, dan sumur?&lt;br /&gt;Apakah ego lelaki sedemikian besar sehingga malu jika istrinya cerdas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Ah ya...&lt;br /&gt;Aku lupa menanyakan nama bapak itu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-5093814575786360663?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/5093814575786360663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/berbicara-pernikahan-dengan-kepala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/5093814575786360663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/5093814575786360663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/berbicara-pernikahan-dengan-kepala.html' title='Berbicara Pernikahan dengan Kepala Dishub Pusat'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-5287845507693191573</id><published>2009-10-11T14:09:00.002+07:00</published><updated>2009-10-11T14:09:08.357+07:00</updated><title type='text'>Uji oh Uji</title><content type='html'>Hari ini aku kuliah master sehari penuh, dari pagi hingga hampir maghrib.&lt;br /&gt;Ya, ini memang kegiatan rutinku tiap Jumat – Sabtu untuk full stand by kuliah di kampus.&lt;br /&gt;Mata kuliah pertama, manajemen keuangan. Lumayan, menganalisa laporan keuangan yang seabreg. Untung dosennya, Pak Lukas, dengan mukanya yang polos tapi entah mengapa selalu menarik untuk ditertawai (ups!), celetukannya maksudku, bisa membuat pukul 7 – 11.15 tidak begitu terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah break sholat Jum’at, lanjut mata kuliah Sisinfo Kesehatan.&lt;br /&gt;Aku datang agak terlambat, dosen sudah datang. &lt;br /&gt;Loh, koq ganti dosennya jadi ibu – ibu? Minggu lalu kan Pak Anis, dan minggu yang lalu lagi dr. Lutfan yang masih muda itu...hihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera mengambil duduk di sebelah temanku, Mbak Shanti. Oh ya, kami kebagian duduk di deretan terbelakang...posisi yang strategis untuk...sesaat tertidur, haha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nampaknya rasa kantuk siang itu tidak mau berkompromi denganku. Pukul 13.00 tiba – tiba rasa kantuk menyerangku.&lt;br /&gt;Huahh...berat....padahal kuliah masih 2 jam lagi. Berbagai usaha aku lakukan biar tidak jatuh tertidur...mencatat, makan permen, ngobrol...merasa tidak ada hasilnya, aku mencubiti lenganku biar (sedikit) melek...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba – tiba ibu dosen itu keluar...aku sedikit lega untuk sekedar menutup mata sebentar.&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Eh...ternyata ibu itu masuk lagi diikuti sosok yang...ehm..ehm..charming.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;..hihi...&lt;br /&gt;Dosenkah dia? Rasanya bukan...aku taksir usianya sedikit di atasku..&lt;br /&gt;Perawakannya sedang dengan rambut yang ditata sedemikian rupa membuatnya terlihat sangat necis dengan balutan kemeja biru gelap, plus kacamata gagang merahnya...wuih, meyakinkan sekali rupanya.&lt;br /&gt;Dia mengambil tempat di depan, menyiapkan laptop, dan sepertinya hendak presentasi. Seisi kelas (yang mayoritas cewek) sontak sunyi senyap...terkagum – kagum sepertinya, haha.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ya...ternyata dia bergantian dengan bu dosen untuk memberikan kuliah. Awalnya dia memperkenalkan diri. Dari gayanya, terlihat agak grogi, mungkin karena berbicara di depan mayoritas mahasiswa cewek.&lt;br /&gt;”Nama saya Uji”&lt;br /&gt;Hah? Uji? Nama yang unik, aku baru dengar pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya angkatan 2002, lulus 2007. Sekarang saya bekerja sebagai developer n creator IT di rumah sakit – rumah sakit.”&lt;br /&gt;Hmmm... boleh juga. Developer sisinfo ya, masa depan cerah nih, target spotted...haha...aku dan Mbak Shanti ketawa – ketawa ga jelas di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar dugaanku ternyata dia hanya 2 tahun di atasku.&lt;br /&gt;Aku lihat teman – teman yang lain juga melakukan hal yang sama. Ketawa dan cekikikan dengan teman di sebelahnya sambil sekali – kali tersenyum malu...ehm...&lt;br /&gt;Uji ternyata berhasil membuat kami – kami yang hampir tertidur menjadi full charge, melek 100%, rasa kantuk hilang entah ke mana.&lt;br /&gt;Yeah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mempresentasikan tentang apa itu sisinfo, data, informasi, database, dan istilah – istilah lain yang tidak terlalu familiar.&lt;br /&gt;Tidak begitu mengerti sih, karena dia ngomong terlalu cepat.&lt;br /&gt;Tapi itu bukan masalah, karena tampangnya yang lucu dan innocent mengalihkan perhatian kami...haha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa sudah menunjukkan pukul 15.00, waktunya ganti mata kuliah.&lt;br /&gt;Apakah Uji akan datang lagi minggu depan?&lt;br /&gt;”Baik, teman – teman...sampai sini dulu bahannya. Minggu depan saya lanjut lagi...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, Uji&lt;br /&gt;Can’t wait to see u again next week&lt;br /&gt;;p&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-5287845507693191573?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/5287845507693191573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/uji-oh-uji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/5287845507693191573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/5287845507693191573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/uji-oh-uji.html' title='Uji oh Uji'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-5074926524870118235</id><published>2009-10-11T14:08:00.002+07:00</published><updated>2009-10-11T14:08:30.878+07:00</updated><title type='text'>Aku mengikuti irama dunia dan semua akan tampak sempurna</title><content type='html'>Pukul 9 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpacu dengan waktu yang semakin larut. Tugas – tugas paper yang menumpuk menunggu untuk digarap. Suntuk, rasa – rasanya meskipun satu tugas terselesaikan, tapi tumpukannya tidak berkurang sedikitpun.&lt;br /&gt;Saking capeknya, mataku lelah, jadinya berkedut – kedut, begitu juga jemariku yang mulai melambat mengetiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memutuskan untuk rehat sebentar. Chat ah...sama siapa ya? &lt;br /&gt;Aku log in ke akun Digsby milikku, dan melihat siapakah yang menjadi ‘korban’ untuk chat denganku, hihi...&lt;br /&gt;Aha, ada satu nama yang aku sudah lama tidak kontak dengannya. &lt;br /&gt;Kami berkenalan di suatu forum, dan berlanjut saling berkirim IM, tapi itu sudah lama sekali, mungkin karena dia sibuk kerja di perbatasan dan aku tenggelam dalam tugas – tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah say hi, kami saling bertukar kabar dan cerita.&lt;br /&gt;Yeah.. entah kenapa, lagi – lagi topik tentang pernikahan dibahas. Ha.. sepertinya itu menjadi bahan hangat yang selalu diperbincangkan dan tidak akan pernah basi ya?&lt;br /&gt;Aku lupa – lupa ingat apakah temanku ini sudah menikah atau belum, maka aku tanyakan saja, dan ternyata memang dia belum menikah.&lt;br /&gt;Ketika aku tanyakan mengapa, jawabannya sangat diplomatis.&lt;br /&gt;”Aku mengikuti irama dunia, dan semua akan tampak sempurna.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bingung dan diam, berusaha mencerna kata – katanya yang tertera di layar.&lt;br /&gt;Apakah irama dunia itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bingung ah...maksudnya irama dunia apaan? Bagaimana seandainya kita yang menciptakan irama itu?” tanyaku.&lt;br /&gt;”Irama alam jauh lebih dahsyat. Kalau kita membuat irama sendiri, akan tampak ego, akan selalu melihat itu sebagai irama aku“ jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran, aku bertanya lagi, “Bagaimana bisa tau kalo irama alam jauh lebih dahsyat?“&lt;br /&gt;“Alam itu "hamba" Allah juga yang tak pernah berhenti berdzikir. Sedangkan kita? Apa yang bisa diperbuat manusia atas alam?“ jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul sekali, cetusku dalam hati. Alam semesta tunduk dan patuh padaNya, senantiasa berdzikir dan menyebut namaNya tanpa henti – henti. Manusia? Mengingat pun hanya ketika shalat, ketika susah, dan lebih parahnya, lupa sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jadi kita harus mengikuti irama alam?” kejarku lagi.&lt;br /&gt;”Aku mengartikan mengikuti irama alam adalah proses penyerahan diri kepadaNya. Dasar utama nya itu ada di ikhlas, semua menjadi ringan, dan hidup terasa indah. Nikmat Nya pun dengan leluasa bisa kita nikmati, tanpa menafikan ujian dan cobaan dariNya...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nice answer.&lt;br /&gt;Namun masih ada satu lagi pertanyaan yang mendesakku untuk dilontarkan.&lt;br /&gt;”Kalau kita hanya mengikuti irama alam, kapan kita berusahanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau kita masih bertanya, kapan usahanya, berarti belum paham,” jawabnya.&lt;br /&gt;”Maksudnya?”&lt;br /&gt;”Tanpa menafikan ujian dan cobaan darinya. Kalimat ini berarti berusaha loh. Kata usaha apa disitu kita tidak boleh menyelipkan ikhlas? Berusaha dengan ikhlas itu jauuuuuuh lebih baik., dan itu inti dari kemanusiaan...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih terdiam, bingung mencerna kata – katanya, dan nampaknya temanku itu paham akan kebingunganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Mungkin dalam pemahamanmu berusaha itu bekerja keras tanpa kenal lelah. Gimana kalau kita berusaha dengan ikhlas dan menikmati usaha itu sebagai suatu bentuk amanah dari Nya? Dan disitu akan kamu temui keindahan dalam mencapai tujuan cita – cita...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iya sih, terus bagaimana?”&lt;br /&gt;”Orang sering berkutat di mencapai cita cita dengan perjalanan yang berkelok, terjal, penuh onak dan duri. Gimana kalau pemahaman kita diubah menjadi mencapai cita cita dengan melewati taman bunga yang indah, sungai sungai yang jernih, sawah yang menguning di iringi senyum dan tawa para petani.... dan awan yang beriringan disertai canda tawa bidadari serta semerbak bau wangi surga...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebay! Aku tertawa dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sepertinya impossible, tetapi ketika kita bisa mengubah mindset, kita bisa mencapainya dengan indah dan tidak terbebani, syukur dalam cobaan dan ingat ketika nikmat“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya juga ya, masuk akal. Terkadang pikiran kitalah yang menjadikan suatu pekerjaan tampak berat, padahal sesungguhnya mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hubungan dengan mencari jodoh, I’m trying to be nice with everyone”&lt;br /&gt;“Maksudnya?”&lt;br /&gt;“Ketika semua orang menganggap kita baik, di situ mereka sudah menerima kita 50%, tinggal tambah separuh lagi kan, dan itu tanpa menyakiti orang lain yang berharap kita jadi miliknya. Kalau belum yakin jangan pernah katakan cinta, dan ketika cinta belum pasti jangan pernah menutup diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah...tentang cinta lagi...&lt;br /&gt;Sarannya mungkin bisa dicoba, mencoba baik ke semua orang tanpa menyakiti orang lain. Hmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kata yang aku tidak lupa darinya&lt;br /&gt;”Aku bukan ikhwan, ngaji pun ga lancar, tapi aku berusaha memahamiNya dengan cara lain. Aku menghormati pilihan orang lain, karena itu salah satu irama alam...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepakat&lt;br /&gt;Semua orang memiliki cara masing - masing untuk memahamiNya&lt;br /&gt;Untuk menjadi 5, tidak harus 2+3, bisa juga 1+4, 3+2 kan?&lt;br /&gt;Malam itu aku ngobrol dengannya hingga pukul 11 malam.&lt;br /&gt;Aku usaikan pembicaraan karena aku sangat lelah dan ada kuliah pagi keesokan hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugasku?&lt;br /&gt;Baru selesai setengahnya&lt;br /&gt;Tapi tak apa&lt;br /&gt;Kini aku lebih memahami Tuhan dan irama alamNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;credit to: Rizky Pratama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-5074926524870118235?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/5074926524870118235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/aku-mengikuti-irama-dunia-dan-semua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/5074926524870118235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/5074926524870118235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/aku-mengikuti-irama-dunia-dan-semua.html' title='Aku mengikuti irama dunia dan semua akan tampak sempurna'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-1082211170361669681</id><published>2009-10-11T14:05:00.002+07:00</published><updated>2009-10-11T14:05:26.974+07:00</updated><title type='text'>Mie Lethek dan Mie Pundong</title><content type='html'>Bagi para penggemar mie, sudah pernah mencoba mie lethek dan mie Pundong khas Bantul?&lt;br /&gt;Kalau belum, tidak ada salahnya mencoba kedua jenis mie ini.&lt;br /&gt;Mie lethek dan mie Pundong, keduanya memiliki rasa dan bentuk yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mie lethek (Indonesia: kotor, buluk) adalah mie yang aku jumpai ketika KKN di Bantul. Awalnya aku heran dengan rupa mie yang satu ini.&lt;br /&gt;Bentuknya hampir sama dengan mie bihun, tidak terlalu keriting, kurang lebih sama dengan mie putih yang biasa dijadikan pelengkap bakso.&lt;br /&gt;Meski rupanya sama, tapi warnanya tidak seputih mie putih bakso. Justru di sini menariknya, warnanya ‘bulukan’, kusam.&lt;br /&gt;Cara pembuatannya, wah...ini juga istimewa. Dibuat antara lenguhan sapi. Tidak percaya?&lt;br /&gt;Menggiling adonan mie yang terdiri dari tepung tapioka ternyata menggunakan tenaga sapi, bukan mesin. Yah, sepertinya pemilik pabrik mie ini berusaha mempertahankan disctintiveness atau keunikan dengan keotentikan ‘home made’ tersebut. Selain itu, mie lethek dibuat tanpa pengawet.&lt;br /&gt;Setelah digiling, adonan dijemur di sinar matahari. Lagi – lagi tidak memakai mesin. Nah, inilah yang menyebabkan warna mie tersebut menjadi buluk.&lt;br /&gt;Soal rasa, tentu saja harus diolah dulu menjadi mie goreng atau mie rebus, namun mie ini lebih kenyal daripada mie biasa, jadi lumayan mengenyangkan perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mie Pundong, aku juga baru tahu ketika disuguhi oleh temanku di Imogiri. Mie yang ini lebih mirip ke mie kuning bakso, hanya saja bentuknya unik. Kalau mie bakso diameternya berupa lingkaran, yang ini diameternya berupa persegi, seperti balok kecil – kecil, tapi tetap kenyal dan enak. Kata orang sana, mie ini hanya tersedia Bantul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau teman – teman berkesempatan main ke Imogiri atau daerah Bantul sekitarnya, jangan lupa mampir untuk mencoba kedua jenis mie ini ya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-1082211170361669681?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/1082211170361669681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/mie-lethek-dan-mie-pundong.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/1082211170361669681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/1082211170361669681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/mie-lethek-dan-mie-pundong.html' title='Mie Lethek dan Mie Pundong'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-768817603220052802</id><published>2009-10-11T13:51:00.002+07:00</published><updated>2009-10-11T13:59:04.717+07:00</updated><title type='text'>I'm back!</title><content type='html'>Setelah vakum hampir setengah tahun, akhirnya blog ini aku urusin juga..&lt;br /&gt;hehe.. maklum, karena kesibukan kuliah, skripsi, KKN, wisuda...&lt;br /&gt;alhamdulillah gelar bachelor sudah di tangan dan sekarang lanjut ke jenjang master&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;now  i have much more time writing in this blog&lt;br /&gt;sebenarnya tulisan - tulisan ini sudah aku post - kan di facebook&lt;br /&gt;namun karena pertimbangan pembaca di sana terbatas, aku putuskan untuk menghijrahkan tulisanku di blog agar bisa dibaca lebih banyak orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;happy reading&lt;br /&gt;enjoy&lt;br /&gt;:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-768817603220052802?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/768817603220052802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/im-back.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/768817603220052802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/768817603220052802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2009/10/im-back.html' title='I&apos;m back!'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-2920551445807821770</id><published>2008-12-24T20:55:00.003+07:00</published><updated>2008-12-24T21:16:20.392+07:00</updated><title type='text'>Pearl Harbor Movie</title><content type='html'>Saya lagi semangat banget pengen nonton film Pearl Harbor&lt;br /&gt;Film yang berkisah tentang dua sahabat di airforce US, Rafe dan Danny plus bumbu cerita cintanya. Film ini dibuat sekitar 2001, dibintangi Josh Hartnett, Ben Affleck, dan Kate Beckinsale.&lt;br /&gt;Cerita bermula ketika dua orang anak kecil bermain di bangkai pesawat jatuh. Salah satunya berpura - pura menjadi pilot, lainnya menjadi co pilot.&lt;br /&gt;Ternyata nasib membawa mereka menjadi perwira angkatan udara US. Pada masa itu pula Danny berkenalan dengan seorang wanita cantik yang kelak jadi kekasihnya (lupa namanya...)&lt;br /&gt;Hingga tiba saatnya Danny ditugaskan ke medan perang. Sebagai sahabat, Rafe mendukungnya dan berjanji menjaga si wanita sementara Danny bertugas.&lt;br /&gt;Tragisnya, Danny dikabarkan kecelakaan dan tewas karena pesawatnya tertembak musuh. Sontak si wanita ini sedih dan merasa kehilangan, begitu juga Rafe yang sangat terpukul karena kematian sahabat kecilnya.&lt;br /&gt;Namun nasib berkata lain, tanpa disadari, tumbuh benih - benih cinta di antara mereka. Si wanita yang merasa kesepian, dan Rafe yang terpesona karena kecantikannya. Mereka akhirnya merajut kasih hingga membuahkan janin tanpa sepengetahuan Rafe.&lt;br /&gt;Tiba - tiba datang berita mengejutkan. Ternyata Danny masih hidup dan akan segera ditarik pulang ke pangkalan. Si wanita kaget bukan kepalang, dan Rafe pun panik merasa bersalah telah merebut kekasih sahabatnya.&lt;br /&gt;Selanjutnya? Nonton aja ndiri, hehe...&lt;br /&gt;Btw, saya suka banget sama film ini semenjak pertama kali rilis...meskipun temanya tetap cinta dan persahabatan, saya suka dengan latar belakang airforce nya. Pemainnya juga cakep, hehe... Gagah banget kalo pake seragam airforce..&lt;br /&gt;Saya juga suka sama soundtrack filmnya, There You'll Be - nya Faith Hill...video klipnya juga oke, pas lah sama tema filmnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. jadi ingat seseorang&lt;br /&gt;"Pernah nonton Pearl Harbor?"&lt;br /&gt;"Ya, kenapa?"&lt;br /&gt;"Gapapa, saya suka filmnya, soundtracknya juga"&lt;br /&gt;"Oh.. Asal nanti kita jangan kayak gitu ya..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-2920551445807821770?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/2920551445807821770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/pearl-harbor-movie.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/2920551445807821770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/2920551445807821770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/pearl-harbor-movie.html' title='Pearl Harbor Movie'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-6862514583547026637</id><published>2008-12-22T13:26:00.000+07:00</published><updated>2008-12-22T13:28:47.780+07:00</updated><title type='text'>Bulir Nasi Yang Menangis</title><content type='html'>Baru – baru ini saya dan kedua adik saya makan malam di daerah sekitar Jalan Kaliurang UGM. Bagi yang sedang atau pernah kuliah di sana pasti paham bahwa jika malam hari, trotoar di jalan tersebut menjelma jadi warung – warung kaki lima. Meski jarang santap makan malam di sana, tapi ada beberapa tempat yang menjadi favorit saya.&lt;br /&gt;Kala itu malam minggu dan warung favorit saya tidak terlalu ramai. Setelah mengambil tempat, saya menunggu pesanan datang. Ketika menunggu itulah, sesosok pengamen waria menghampiri saya. Dandannya seronok, bahkan cenderung norak. Tank top merah dan mini skirt. Make up tebal, dan maaf, wajah yang sudah tak karuan rupanya, mungkin akibat dipermak dan suntik silicon. Dia menyanyikan lagu yang tak jelas lafalnya sembari memainkan alat musik sekenanya.&lt;br /&gt;Aha, memori saya rupanya masih mencatat sosoknya. Ya, sebelumnya saya pernah menjumpai pengamen ini, di tempat yang sama, ketika saya masih berada di tingkat satu kuliah. Hingga sekarang saya di tingkat akhir, pengamen ini ternyata masih eksis bergulat mencari sesuap nasi.&lt;br /&gt;Ah…begitu kerasnyakah mengais hidup di jalanan? Terkadang saya masih tak mempedulikan bagaimana mereka bertahan hidup. Malah saya sering mencemoohnya, tak sopan dan tak punya tata krama, mengganggu kenikmatan orang makan saja. Tangan saya melambai tanda tak ada uang untuk mereka ketika disodorkan bungkus permen bekas yang lusuh. Tak lupa saya pasang wajah masam.&lt;br /&gt;Saya jadi merasa tertampar, ketika tiba – tiba ingat nasihat ibu saya untuk senantiasa bersyukur. Bersyukur dengan cara berbagi kasih dengan orang lain. “Bersedekah tidak akan membuat orang jadi jatuh miskin,” begitu pesan beliau kepada saya suatu ketika. Apalah artinya selembar ribuan bagi kita dibandingkan makanan yang terhidang yang harganya berkali – kali lipat? Bagaimana seandainya saya berbalik berada di posisi mereka? Kuatkah saya?&lt;br /&gt;Saya tatap hidangan di depan saya. Bersisa. Ah…betapa sedihnya. Di saat kita merasa kekenyangan, di luar sana masih banyak yang membutuhkan. Bulir nasi itu pastilah menangis karena disiakan si empunya. Jika mereka bisa bicara, mungkin mereka akan protes kepada saya, lebih baik dimakan oleh orang miskin daripada disisakan begitu saja. Saya jadi merasa berdosa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-6862514583547026637?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/6862514583547026637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/bulir-nasi-yang-menangis.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/6862514583547026637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/6862514583547026637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/bulir-nasi-yang-menangis.html' title='Bulir Nasi Yang Menangis'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-15878401503934904</id><published>2008-12-22T13:24:00.001+07:00</published><updated>2008-12-22T13:26:41.220+07:00</updated><title type='text'>Pengamen Favorit</title><content type='html'>Saya punya pengamen favorit di Jogja.&lt;br /&gt;Beliau sering sekali saya jumpai di sepanjang Jalan Kaliurang. Seorang pria paruh baya, berkacamata, dan berperawakan sedang.&lt;br /&gt;Talentanya hebat, rasa – rasanya baru kali ini ada pengamen yang lihai memainkan gitar, harmonica, dan menyanyi sekaligus.&lt;br /&gt;Pengamen ini tidak pernah membawakan lagu selain lagu – lagu lawas milik The Beatles. Hm…mungkin karena ini pula penampilannya agak - agak retro tahun 70an.&lt;br /&gt;Tidak seperti kebanyakan pengamen lain, bapak ini selalu menyanyikan lagu sampai selesai, baru ‘mengutip’ bayarannya.&lt;br /&gt;Saya kagum dengan cara beliau bernyanyi. Semangat dan penuh penghayatan. Suaranyapun lumayan. Saya jadi ikut terbawa. Kebetulan saya juga menggemari beberapa lagu The Beatles, maka tak jarang diam – diam saya turut bernyanyi sambil menggerak – gerakkan kaki. Setelah menyanyi, tanpa ragu saya sodorkan beberapa lembar uang ribuan untuknya.&lt;br /&gt;Bagi saya, beginilah seharusnya pengamen menghibur. Tulus, tanpa pamrih, dari hati, maka kita pun bisa turut merasakan dan menikmati lagu yang dibawakan. Semangat ini yang kemudian menulari saya. Setiap saya berhubungan dengan orang lain, saya berusaha untuk selalu tulus dan semangat, karena saya percaya, dengan cara itu saya bisa mempengaruhi orang lain untuk merasa senang dan bahagia.&lt;br /&gt;Hari ini, sekali lagi saya belajar tentang arti ketulusan dari sosok yang tak terduga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-15878401503934904?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/15878401503934904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/pengamen-favorit.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/15878401503934904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/15878401503934904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/pengamen-favorit.html' title='Pengamen Favorit'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-4007245519648377258</id><published>2008-12-16T00:49:00.003+07:00</published><updated>2008-12-16T00:56:05.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UGM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bulaksumur Pos'/><title type='text'>Harga Mahal Sebuah Fasilitas</title><content type='html'>Meskipun pada setiap awal semester sudah membayar SPP dan BOP (Biaya Operasional Pendidikan) yang terbilang tidak murah, tapi tetap saja mahasiswa masih dikutip bayaran jika ingin menggunakan fasilitas fakultas atau universitas. Padahal pada hakikatnya, fasilitas-fasilitas tersebut dibangun untuk menunjang kegiatan pembelajaran mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewa Mahal&lt;br /&gt;Beberapa asset gedung yang dimiliki UGM, semisal Wisma Magister Manajemen, Wisma Gadjah Mada, dan University Center (UC), ternyata bisa dijadikan sumber pemasukan yang lumayan bagi UGM. Bagaimana tidak, jika ingin menggunakan bangunan-bangunan tersebut ternyata ditarik bayaran sebagai uang sewa yang harganya tidak bisa dikatakan murah.&lt;br /&gt;Herwid (Manajemen ’06), Ketua Panitia acara Seminar Nasional Disfungsi Intelektual dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam yang diadakan di gedung University Center (UC) baru-baru ini mengeluhkan mahalnya harga sewa gedung yang harus dibayar. Harga sebesar 1,2 juta dirasa terlalu berat untuk kelas mahasiwa, apalagi harga itu belum termasuk sound system dan 100 buah kursi. Terlebih acara yang akan diselenggarakan hanya berlangsung dari pagi hingga siang. Setelah beberapa kali memutar otak, akhirnya panitia menempuh jalan lain untuk mengatasi masalah ini. Dengan berbekal surat rekomendasi dari dekan FE, mereka mendapat potongan harga. Tetapi potongan harga ini besarnya tidak seberapa. “Kalau dihitung - hitung, kami hanya mendapat potongan harga sekitar 250 ribu, itu jumlah yang sedikit sekali,” tuturnya. Apa boleh buat, pada akhirnya panitia tetap melaksanakan acara.&lt;br /&gt;Selain gedung UC, ternyata ada beberapa fasilitas fakultas yang kerap ditarik bayaran. Salah satunya adalah ruangan AVI (audio visual) yang berada di gedung FE. Tarif yang dikenakan adalah 500 ribu. Tapi jangan salah, harga sebesar itu ternyata baru untuk kalangan internal, misalnya pihak BEM atau HMJ yang hendak menghelat suatu acara.&lt;br /&gt;Menurut Herwid, UGM mulai kehilangan sifat sosialnya. Idealnya, untuk pihak luar yang ingin menggunakan asset UGM, sah-sah saja jika dipatok harga yang lumayan mahal. Tapi tidak demikian halnya dengan mahasiswa UGM yang ingin menggunakan, apalagi untuk acara – acara yang berkaitan dengan kegiatan kampus, social, dan pendidikan. “Syukur-syukur bisa gratis, toh kami akan menggunakannya secara bertanggung jawab,” tambahnya. Kalaupun harus tetap membayar, sebaiknya hanya membayar uang perawatan dengan harga yang tidak terlalu mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lintas Fakultas&lt;br /&gt;Hal yang sedikit berbeda diungkapkan oleh Dani Sutanta (Hama Penyakit Tumbuhan ’03) yang juga menjabat Dirjen Keilmuan DEMA (Dewan Mahasiswa) Fakultas Pertanian. Menurutnya, di Fakultas Pertanian tidak ada peraturan tertulis yang mewajibkan mahasiswa membayar sejumlah uang jika hendak memakai kelas atau auditorium. Namun, fakultas menghimbau untuk memberi semacam ‘penghargaan’ kepada penjaga gedung sebagai uang lembur yang besarnya sekitar 5000 per jam. Apalagi jika acara tersebut diadakan pada jam-jam tertentu, misalnya di luar jam kerja.&lt;br /&gt;Menariknya, untuk mengadakan suatu acara yang menggunakan gedung fakultas lain, terutama di lingkungan agrokompleks, tetap dipungut biaya. Contohnya adalah ketika unit SKI (Seksi Kerohanian Islam) Fakultas Pertanian pada 2005 lalu hendak mengadakan acara seminar. Karena keterbatasan tempat, mereka berinisiatif meminjam gedung auditorium milik Fakultas Kehutanan. Namun karena dikutip pembayaran, mereka pun terpaksa mengundurkan acara.&lt;br /&gt;Ia sendiri menyatakan ketidak setujuaannya terhadap aturan tersebut. Menurutnya, fasilitas-fasilitas yang menunjang proses belajar mengajar tidak seharusnya dikenakan biaya tambahan, apalagi itu kepentingan studi mahasiswa. Bukan tak mungkin mahasiswa harus berpikir ulang untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas tersebut. Dengan demikian, bukankah tujuan UGM yang berinisiatif menjadi research university menjadi sedikit terhambat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(catatan: Tulisan ini saya buat sekitar April 2007 untuk BulaksumurPos)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-4007245519648377258?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/4007245519648377258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/harga-mahal-sebuah-fasilitas.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/4007245519648377258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/4007245519648377258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/harga-mahal-sebuah-fasilitas.html' title='Harga Mahal Sebuah Fasilitas'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-1494093752741010130</id><published>2008-12-16T00:46:00.001+07:00</published><updated>2008-12-16T00:48:52.763+07:00</updated><title type='text'>Kami Bukan Bangsa Maling</title><content type='html'>Tak terima dengan kecaman yang datang bertubi-tubi dan perlakuan yang tak mengenakkan, mahasiswa asal Malaysia angkat bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitaan di media akhir-akhir ini semakin menyudutkan pihak Malaysia dalam hal klaim budaya. Imbasnya, mahasiswa asal negeri jiran yang sedang studi di Indonesia turut dimusuhi. Padahal mereka tidak terlalu ambil pusing dengan masalah ini. “Pemerintah Indonesia tidak ada kerjaan, hanya mem-blow up hal yang sepele saja,”tutur Jasmine, mahasiswi angkatan 2005 asal Malaysia yang kini tengah menempuh kuliah di Farmasi UGM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa tapi tak sama&lt;br /&gt;Kebudayaan Indonesia dan Malaysia memang memiliki beberapa perbedaan, meskipun bernama sama persis.&lt;br /&gt; Contohnya rendang. Kuliner berupa daging berkuah santan kental ini dapat kita temui di rumah makan Padang dengan cita rasa pedas dengan bumbu yang kuat. Di Malaysia, penganan seperti ini juga bernama rendang, tetapi rasanya berbeda jauh. “Kami menggunakan bumbu dan rempah-rempah yang berbeda, aromanya juga lain,” kata Jasmine.&lt;br /&gt;Dalam hal busana, ternyata Malaysia juga punya batik khas, terutama di negara bagian sebelah timur. Biarpun namanya juga batik, tetapi batik Malaysia lebih cerah, colourful, dengan motif yang lebih variatif. Bahkan dijadikan pakaian kebesaran para datuk di sana.&lt;br /&gt;Yang mengejutkan, lagu daerah seperti Gelang Sipatu Gelang dan Rasa Sayange ternyata sudah dikenal lama di Malaysia. Ia mengaku dikenalkan oleh teman orang tuanya dan hapal dengan syair lagu-lagu tersebut.&lt;br /&gt;Jasmine, juga mahasiswa asal Malaysia yang lain, tak mengerti, mengapa masyarakat Indonesia bersikap negative terhadap mereka. Di negara asal mereka, warganya justru tidak terlalu mempermasalahkan hal ini. “Banyak hal yang lebih penting yang bisa diurusi, misal ekonomi,” katanya. Terlebih, menurutnya setiap negara berhak untuk mematenkan budaya-budaya yang menjadi coraknya masing-masing yang tentu saja berbeda dengan milik negara lain. Yang terjadi di sini adalah justru salah paham. “Kami hanya mematenkan batik Malaysia, bukan batik Indonesia, karena jelas-jelas berbeda,” ungkapnya. Meskipun menggunakan nama yang sama, yaitu batik, tetapi karena sama sekali berbeda dengan batik Malaysia, masyarakat Indonesia tetap boleh mengakui batik sebagai bagian dari budayanya.&lt;br /&gt;Mahasiswa-mahasiswa asing ini justru sedih karena negaranya terus menerus dipersalahkan. Mereka merasa tersinggung karena menerima perlakuan yang tidak enak dan dilecehkan dari masyarakat. Contohnya, jika mereka berbelanja sesuatu, oleh pedagang harganya sengaja dinaikkan. Atau yang lebih parah, mereka disemprot dengan kata-kata yang merendahkan. “Kami pernah dikata-katai ‘orang Malaysia jahat!’ di depan kami langsung,” ujar Jasmine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda dan budaya&lt;br /&gt;Menurut Fitri (Farmasi, ’05), kejadian yang dialami Indonesia oleh Malaysia sangat mengenaskan. Ia mengaku marah dan merasa Indonesia dirampas harga dirinya oleh negara lain. “Semua sudah diambil, pulau, pasir, sekarang reog,” katanya, “tidak ada reog Malaysia, yang ada reog Ponorogo”.  Ia menuduh pemerintah Indonesia tidak berdaya dan tidak tegas mengambil tindakan. Namun, ia juga tidak memungkiri generasi muda sekarang hampir semuanya tidak becus menjaga aset kebudayaan. Ini adalah factor interen yang turut berperan dalam kasus pengklaiman budaya oleh negara lain. “Generasi muda lalai,” katanya. Lagi pula, mereka tidak terlalu bangga dengan budaya Indonesia. Menurutnya, anak muda zaman sekarang malu jika mereka menggunakan bahasa daerah. “Agak medok sedikit saja, ditertawakan,” ujarnya. Maka, jangan salahkan jika ada budaya yang diklaim negara lain. Ironis memang, kebudayaan Indonesia begitu dihargai di negeri orang, sedangkan di negeri sendiri justru diabaikan. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk mempertahankan kebudayaan Indonesia. Fitri berpendapat, caranya dengan melibatkan dan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda dalam kegiatan – kegiatan yang dipadu dengan budaya masa kini, misal wayang dan tari kontemporer, band gamelan, atau kebaya modern. Selain itu, dialog kebudayaan antar negara juga cukup penting supaya tidak terjadi salah paham.&lt;br /&gt;Hal yang sama juga ditekankan oleh Jasmine. Menurutnya, kasus yang terjadi sekarang hanyalah salah paham belaka. Malaysia sama sekali tidak berniat mencuri budaya Indonesia. Selain itu, perlu ada komunikasi dua arah yang efektif tanpa saling menyalahkan. “Kami datang ke Indonesia baik – baik, kami ingin diterima dengan baik pula,” ujarnya.           Kasus ini mau tak mau menyentil rasa kebangsaan kita. Di sini diuji sejauh mana perasaan bangga dan kepedulian terhadap budaya bangsa. Jangan sampai, seluruh masyarakat Indonesia menjadi nasionalis dadakan hanya ketika timnya bertanding sepak bola melawan kesebelasan negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(catatan: Tulisan ini saya buat sekitar November 2007 untuk BulaksumurPos. Ketika itu sedang ramai-ramainya pemberitaan klaim budaya Indonesia oleh Malaysia. Saya kedapatan jatah meliput dari perspektif mahasiswa Malaysia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-1494093752741010130?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/1494093752741010130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/kami-bukan-bangsa-maling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/1494093752741010130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/1494093752741010130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/kami-bukan-bangsa-maling.html' title='Kami Bukan Bangsa Maling'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-508936781997300737</id><published>2008-12-16T00:37:00.001+07:00</published><updated>2008-12-16T00:43:04.036+07:00</updated><title type='text'>Pengkhianatan Dunia Almamater</title><content type='html'>Praktik percaloan.&lt;br /&gt;Inilah yang kini mewarnai hajatan UM UGM. Sebuah perilaku dari segelintir oknum yang menawarkan jalan pintas untuk bisa duduk di bangku UGM tanpa perlu susah payah memeras otak. Yang memprihatinkan, tidak sedikit orang yang bersambut memanfaatkan jasa mereka. Sebuah perilaku yang menjijikkan dan pengecut. Menjijikkan, karena orang – orang tersebut tidak memiliki hati nurani dan merampas hak orang lain yang sebetulnya jauh lebih pantas meraih kursi di UGM dengan jerih payah mereka. Bisa terbayang guratan kecewa para siswa apabila gagal diterima hanya karena kursi mereka direnggut orang yang menghalalkan segala cara. Pengecut, karena para pemakai jasa itu ternyata tak cukup bernyali untuk beradu otak secara fair, atau mungkin mereka memang tidak cukup pintar untuk diterima UGM.&lt;br /&gt;            Kita tidak perlu mencari – cari kesalahan, apa dan siapa di balik praktik kotor semacam ini. Cukuplah kita melihat ke dalam diri kita, apakah sesungguhnya makna dari belajar, hanya demi embel - embel titel dan selembar ijazahkah, atau benar – benar ingin mencari ilmu dan kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak. Bukankah dalam agama, bersungguh – sungguh menuntut ilmu sama dengan jihad? Bukankah kejujuran adalah nilai moral yang tak ternilai harganya? Perilaku semacam ini jelas – jelas bentuk pengkhianatan terhadap almamater dan dunia pendidikan. Sedianya, dunia pendidikan berjalan beriringan antara kegiatan akademis dan pembentukan watak yang luhur dan mulia. Ini adalah tujuan pendidikan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;            Mereka bisa saja melenggang ke kampus dengan senyum mengembang dan langkah ringan karena diterima oleh UGM, tapi sayangnya, mereka diterima dengan cara yang sama sekali tidak terhormat dan menyedihkan. Bisa dibayangkan sarjana macam apa yang akan dihasilkan UGM jika dari awal masuk saja sudah tidak jujur. Sarjana yang hanya pintar `otaknya`, tetapi miskin nurani. Mungkin saja, lulusan macam inilah yang kini menjadi pemimpin di negeri yang sedang carut marut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(catatan: tulisan ini saya buat sekitar April 2008 untuk mengisi tajuk di BulaksumurPos. Ini adalah versi aslinya sebelum kemudian di &lt;em&gt;cut &lt;/em&gt;oleh editor, hee..)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-508936781997300737?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/508936781997300737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/pengkhianatan-dunia-almamater.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/508936781997300737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/508936781997300737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/pengkhianatan-dunia-almamater.html' title='Pengkhianatan Dunia Almamater'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5158016114301890728.post-8236353205832475087</id><published>2008-12-16T00:28:00.001+07:00</published><updated>2008-12-16T00:36:13.373+07:00</updated><title type='text'>Stasiun Pulau yang Tak Pernah Mati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dengan berbalut keindahan arsitektur abad 19, stasiun Tugu tetap berdiri kokoh menantang zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti konkrit yang menunjukkan stasiun ini didirikan pada abad 19 adalah adanya ukiran bertuliskan L. Jenthoven &amp;amp; Schace 1886 di pilar penyangga selasar stasiun. Sisi unik yang lain adalah stasiun ini memiliki 4 nama. Resminya, stasiun ini dikenal dengan Stasiun Yogyakarta, tetapi karena letaknya yang tepat berada di selatan Tugu, orang lebih mengenal dengan nama Stasiun Tugu. Nama yang lain adalah Stasiun Gowongan, sebab jika kita berjalan dari arah Malioboro, dapat kita jumpai gowong (lubang, -red) bawah tanah tepat di atas jalur pejalan kaki. Terakhir, bangunan stasiun ini diapit oleh 9 jalur rel, sehingga diibaratkan stasiun sebagai pulau dan rel-relnya adalah lautan.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Warisan Hindia Belanda&lt;br /&gt;            Stasiun Tugu didirikan atas prakarsa pemerintah Hindia Belanda. Menariknya, stasiun ini dibangun setelah kawasan Malioboro ramai dan padat oleh para pedagang. Pemerintahan pada masa itu berniat memperlancar arus transportasi penumpang dan mengangkut hasil bumi dari perkebunan Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.&lt;br /&gt;            Stasiun Tugu mulai beroperasi pada 2 Maret 1887 dengan jalur Yogya – Semarang. Lalu jalur Yogya – Surakarta dibangun pada tahun 1889. Namun baru pada 1 Februari 1905 ada kereta penumpang pertama yang melayani jalur Yogya – Surakarta. Awalnya hanya para bangsawan Belanda dan keluarga Keraton serta priyayi Jawa saja yang dapat menikmati fasilitas ini.&lt;br /&gt;            Sekitar 20 jalur kereta api setiap hari meramaikan stasiun ini, melayani kelas eksekutif, bisnis, serta ekonomi. Namun ternyata jumlah penumpang yang melimpah dari ketiga kelas tersebut menimbulkan masalah efisiensi pelayanan. Maka, pada  1997 pelayanan kereta kelas ekonomi dipindah ke stasiun Lempuyangan.&lt;br /&gt;            Dibandingkan dengan bangunan pada awal masanya, stasiun Tugu ternyata tidak mengalami perubahan yang berarti, hanya pada penambahan hall (ruang tunggu,-red), ruang tunggu eksekutif lantai 2, reservasi tiket, musholla, dan toilet. Selebihnya, bangunan yang lain tetap mempertahankan cita rasa khas Belanda, seperti ukiran-ukiran yang tegas pada pilar penyangga dan jendela, serta pintu-pintu kantor setinggi 3,5 meter yang menjulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sumber Penghasilan&lt;br /&gt;            Meskipun stasiun Tugu hanya melayani kelas eksekutif dan bisnis, ternyata tempat ini tidak menutup diri untuk orang-orang yang mencari nafkah di sana. Pedagang dan pekerja yang berasal dari rakyat biasa meleburkan dirinya dalam romantisme Tugu selama 24 jam.&lt;br /&gt;            Ternyata sudah menjadi semacam aturan tak tertulis di sana bahwa ada pembagian jam kerja, siang dan malam. Penjaja koran, penjual makanan, petugas kebersihan, guide, kuli angkut, dan bermacam profesi lainnya masing-masing memiliki jatah jamnya sendiri&lt;br /&gt;            Dollah (49 th), salah seorang penjaja majalah dan koran menuturkan, dirinya telah berjualan di sana semenjak 1965. Dengan wajah yang antusias dia bercerita, ketika zaman Orde Baru, dia tidak harus bersusah payah pekerja. Pasalnya, hanya dengan sehari bekerja saja, ia bisa menggunakan uangnya untuk makan selama 3 hari. Selain itu, memperoleh pekerjaan tidaklah sesusah sekarang. “Tapi sekarang kerja pagi dimakan siang, sore harus kerja lagi,” keluhnya seraya menghela nafas.&lt;br /&gt;            Aktifitasnya dimulai ketika kebanyakan orang masih terlelap. Pukul 02.00 pagi ia harus bergegas mengambil jatah koran di Jalan Mangkubumi. Setelah itu, berlomba-lomba dengan pedagang yang lain, menjemput penumpang di stasiun untuk membeli dagangan mereka. Mereka lebih banyak berjuang di pagi hari karena berita yang disajikan surat kabar umumnya masih segar. Meskipun nampak jelas gurat-gurat kelelahan di wajahnya, ia mencoba untuk berharap. “Hidup bukan untuk makan, tapi makan untuk hidup”.&lt;br /&gt;Pekerja lain yang turut mengais nafkah di sana adalah Supri. Ditemui ketika sedang mengemasi barang dagangannya, ia bersedia berbagi kisah. Setelah di-PHK dari pabrik tempat dulu ia bekerja, Supri lantas meneruskan warisan keluarganya berdagang di Tugu. Tuturnya, ia mulai berdagang dari pagi hingga pukul 10.00, kemudian dilanjutkan ketika sore tiba sampai pukul 10.00 malam.&lt;br /&gt;Meski dililit kesulitan, Supri ternyata tetap berbesar hati untuk berbagi rezeki dengan yang lain. “Ya saya sebagai orang biasa juga harus berbagi dengan teman. Saya  buka pagi dan malam, tapi kalau siang saya pulang untuk memberi kesempatan yang lain”. Lagipula, ia juga nyambi menjadi tukang di siang hari di sekitar tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;Namun, tidak semua pekerja dan pedagang bekerja menurut shift. Kuli angkut yang jumlahnya sekitar 100 orang bekerja selama 24 jam penuh. Meskipun harus bergantian satu sama lain, mereka tidak keberatan dan tetap menggeluti profesi ini dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Hal ini terbukti melalui ucapan Teguh, salah satu kuli angkut di sana. “Kalau tarif saya ga mematok. Terserah yang ngasih aja,” ujarnya sembari mengelap peluh di keringatnya.  Bahkan tak jarang, mereka juga tidur di stasiun meski dingin begitu menggigit.&lt;br /&gt;Menurutnya, keriuhan stasiun mulai terasa ketika musim liburan sekolah dan lebaran. Masa-masa itulah yang selalu diharapkan Teguh dan kawan-kawannya untuk mengais nafkah lebih banyak dari hari biasa. Namun, sekarang usaha para kuli angkut ini mengalami hambatan. Selain handphone, saat ini sudah banyak koper roda. Dua barang inilah yang kadang merebut rezeki yang seharusnya dapat diperoleh mereka. Dengan handphone, para penumpang tinggal memanggil saudara atau rekan mereka untuk menjemput dan koper roda memudahkan mereka untuk membawa barang sendiri.&lt;br /&gt;Lepas dari segala kesulitan dan lika – liku yang ada, toh baik Dollah, Supri, maupun Teguh tetap bersikukuh mencari nafkah di sana. Di tengah denyut aktivitas selama 24 jam yang terus menggerus, semangat mereka untuk terus berjuang untuk memaknai hidup tetaplah kokoh, sekokoh tubuh Stasiun Pulau.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(catatan : tulisan ini saya buat dengan rekan saya Wiwid di Bulaksumur Pos medio Juli 2007)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5158016114301890728-8236353205832475087?l=farahrizni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://farahrizni.blogspot.com/feeds/8236353205832475087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/stasiun-pulau-yang-tak-pernah-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/8236353205832475087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5158016114301890728/posts/default/8236353205832475087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://farahrizni.blogspot.com/2008/12/stasiun-pulau-yang-tak-pernah-mati.html' title='Stasiun Pulau yang Tak Pernah Mati'/><author><name>Farah Rizni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01109054461633852979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sDmFmaHIS8A/StF-7I9o03I/AAAAAAAAAA0/IKM5I49rJRY/S220/100_1929+edit+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
