25 Oktober 2009

IMPLEMENTASI BIG-Q MENURUT AL – QUR’AN

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka” (QS 13:11)
Ayat pertama menekankan pada perlunya manusia untuk berusaha mencapai yang terbaik. Big Q adalah suatu usaha dalam manajemen operasi untuk meraih total quality yang lebih menekankan pada proses atau usaha, bukan pada hasil, karena hasil adalah urusan Maha Pencipta, sesuai dengan ayat berikut:
“Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Q.S. At-Taubah: 105)
Big Q dapat tercapai jika mampu memenuhi persyaratan dari dua perspektif, yaitu perspektif konsumen dan perspektif produsen.
Perspektif konsumen menekankan pada kualitas, yaitu ketepatan sesuai penggunaan (fitness for use) pada proses output menjadi outcome. Tepat, artinya tidak kurang dan tidak berlebih, karena Allah tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan.
“Wahai anak-cucu Adam, pakailah busana indahmu di setiap masjid (ketika akan shalat, thawaf, atau ibadah-ibadah yang lain); makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai mereka yang berlebih-lebihan.” (QS 6: 31).”
Perspektif kedua adalah perspektif produsen, yaitu pada value added process, yaitu proses dari input menjadi output yang memenuhi persyaratan (conformance to requirements). Manusia diberi keleluasaan oleh Allah untuk mengolah yang ada di bumi (input) menjadi sesuatu yang berguna (output).
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuhan-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman." (QS. 26 : 7-8)
Proses Big Q tidak akan berhenti pada satu titik, tapi merupakan continuous process improvement (CPI) yang akan bermuara pada total quality management (TQM), proses untuk terus menerus improve dan melakukan perbaikan – perbaikan untuk mencapai kualitas yang baik.